Selasa, 11 April 2017

Etika dan Moral

Apa itu etika dan moral?

Rancu memang, mungkin banyak dari kita khususnya masyarakat awam yang beranggapan bahwa etika dan moral itu sama. Mereka tidak mengetahui apa itu makna sebenarnya dari etika dan juga moral. Memang, moral dan etika memiliki hubungan erat yang tidak bisa terpisahkan. Hal ini karena moral dan etika memang sama-sama membahas tentang perbuatan manusia yang baik maupun yang buruk. Sekarang ini, masih banyak masyarakat yang beranggapan ketika melihat orang baik itu sebagai orang yang bermoral/orang yang beretika. Tetapi menurut saya, hal tersebut tidaklah dapat dijadikan acuan bahwa moral dan etika memiliki arti ataupun makna yang sama. Sebenarnya, moral dan etika memang memiliki maksud atau arti yang sama, tetapi konteks pembahasannya lah yang berbeda.

Setelah saya membaca dari beberapa sumber di internet mengenai moral dan etika, disana jelas menunjukkan bahwa moral dan etika memiliki maksud yang sama tetapi dengan konteks yang berbeda. Dapat disimpulkan, menurut saya etika dan moral adalah perbuatan baik atau buruk yang dilakukan oleh manusia yang memang terjadi akibat akal dari manusia itu sendiri. Etika dan moral bersifat relatif, tidak dapat dinilai sama, dan juga berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan yang biasa terjadi di setiap tempat/wilayah. Etika dan moral juga dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman dan kebiasaan yang terjadi dilingkungan tersebut. Perbedaannya adalah pada konteks pembahasannya. Etika biasa dikaitkan dengan sistem yang berlaku, sedangkan moral biasa dikaitkan dengan perbuatan dari individu itu sendiri. Oleh karena itu, sekarang ini banyak sekali kita dengar mengenai etika kedokteran, etika seorang insinyur, etika profesi, dan lain sebagainya.

Apa yang dapat kita lakukan sebagai seorang akademisi dan individu dalam masyarakat mengenai etika dan moral?

Sebagai seorang akademisi dan individu dalam masyarakat pastinya kita sudah mengetahui dan dapat membedakan tentang etika dan juga moral. Oleh karena itu, seharusnya kita dapat berbuat baik sesuai dengan moral dan etika yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat. Kita diharapkan dapat mengaplikasikan apa yang telah kita ketahui mengenai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari seperti contoh, menaati peraturan yang berlaku, bersikap sopan dan santun, serta menjalani kebiasaan-kebiasaan baik yang memang sudah sering dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Selain melakukan hal diatas, sebagai seorang akademisi juga kita diharapkan dapat mensosialisasikan tentang etika dan juga moral yang benar kepada masyarakat sekitar khususnya anak-anak. Kita dapat mengajarkan kemudian memberikan contoh kepada mereka mengenai etika dan moral, apa saja perbuatan yang sesuai dengan moral dan etika yang baik, apa saja yang tidak baik untuk dilakukan, memberi contoh berpakaian yang baik, serta menaati peraturan yang berlaku. Dengan begitu, anak-anak lingkungan tersebut pun diharapkan dapat mencontoh perbuatan-perbuatan yang baik dan dapat melanjutkan generasi manusia yang beretika dan bermoral kedepannya bagi bangsa Indonesia.

Minggu, 08 Januari 2017

Ide Kreatif untuk Daerahku

Alun alun Masyarakat

      Alun-alun (dulu ditulis aloen-aloen atau aloon-aloon) merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat yang beragam. Menurut Van Romondt (Haryoto, 1986:386), pada dasarnya alun-alun itu merupakan halaman depan rumah penguasa, namun dalam ukuran yang lebih besar. Penguasa bisa berarti raja, bupati, wedana dan camat bahkan kepala desa yang memiliki halaman paling luas di depan Istana atau pendopo tempat kediamannya, yang dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sehari-hari dalam ikwal pemerintahan militer, perdagangan, kerajinan dan pendidikan. Lebih jauh dari itu, Thomas Nix (1949:105-114) menjelaskan bahwa alun-alun merupakan lahan terbuka dan terbentuk dengan membuat jarak antara bangunan-bangunan gedung. Jadi dalam hal ini, bangunan gedung merupakan titik awal dan merupakan hal yang utama bagi terbentuknya alun-alun. Tetapi kalau adanya lahan terbuka yang dibiarkan tersisa dan berupa alun-alun, hal demikian bukan merupakan alun-alun yang sebenarnya. Jadi alun-alun bisa di desa, kecamatan, kota maupun pusat kabupaten.

       Pada awalnya Alun-alun merupakan tempat berlatih perang (gladi yudha) bagi prajurit kerajaan, tempat penyelenggaraan sayembara dan penyampaian titah (sabda) raja kepada kawula (rakyat), pusat perdagangan rakyat, juga hiburan seperti Rampokan macan yaitu acara yang menarik dan paling mendebarkan yaitu dilepaskannya seekor harimau yang dikelilingi oleh prajurit bersenjata.

      Namun, seiring dengan perkembangan zaman. Alun-alun sekarang ini biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat sekitar untuk berolahraga, bermain, sekaligus rekreasi bersama orang - orang yang mereka cintai. Hampir seluruh kota di Indonesia sudah memiliki alun - alun kotanya masing – masing. Alun-alun suatu Kota/Kab biasanya ramai pada hari libur seperti sabtu dan minggu karena banyak orang/keluarga yang datang untuk melepas penatnya setelah hampir seminggu mereka menjalani runitisasnya. Berikut adalah contoh alun-alun yang ada di Indonesia.

   1. Alun-alun Kota Bandung




   2. Alun-alun Kota Jogjakarta




   3. Alun-alun Kota Tangerang




      Sebelum menjelaskan tentang konsep pembuatan “Alun - Alun Masyarakat” di daerah saya. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang daerah saya. Saya berasal dari Tangerang, tepatnya Desa/Kampung Batununggul, Kel. Suatani, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang. Keadaan masyarakat disana sudah cukup banyak seiring dengan banyaknya pendatang dari luar Kota Tangerang. Akan tetapi, menurut saya kondisi infrastruktur disana masih sangat jauh bila dibandingkan dengan kondisi perkotaan namun, masih banyak sekali lahan yang belum digunakan untuk infrastruktur. Hanya jalan saja yang sudah lumayan bagus. Tetapi menurut saya, jarak dari sana menuju Kota Tangerang tidaklah dekat, membutuhkan waktu kurang lebih 2 Jam untuk mencapai Kota Tangerang. Sehingga, masyarakat di sekitar sana membutuhkan waktu yang cukup lama apabila ingin melepas penat setelah kurang lebih seminggu menjalani rutinitasnya. Oleh sebab itu, saya memiliki sebuah konsep/ide untuk membangun sebuah Alun-alun yang dikhususkan untuk masyarakat sekitar daerah saya.

      Konsep “Alun - Alun Masyarakat” yang nantinya akan dibuat di daerah saya intinya adalah untuk melepas penat masyarakat sekitar setelah kurang lebih seminggu menjalani rutinitasnya. Nantinya, disana akan dibuat lapangan yang cukup besar yang bisa digunakan untuk berolahraga, pertandingan sepak bola, Upacara  17 Agustus-an, dll. Selain itu, disana juga akan dibuat tribun untuk penonton sebagai tempat untuk duduk apabila sedang berlangsungnya suatu acara/pertandingan sepak bola. Lalu, lahan sisa yang tidak terpakai nantinya dapat dibuat sebagai tempat pembelajaran sejarah kebangsaan, taman membaca, sekaligus jogging track dengan suasana pedesaan yang asri dan menyejukkan. Tidak lupa pula, disana nantinya akan dibuat food court atau tempat yang dikhususkan untuk para pedagang dan juga masyarakat yang ingin sarapan sekaligus beristirahat setelah lelah berolahraga.

Alasan mengapa “Alun – Alun Masyarakat” di daerah saya harus dibuat yaitu:
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, masyarakat nantinya akan semakin mudah apabila ingin melakukan olahraga pada hari libur bersama keluarga/rekan.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, akan tersedianya tempat pembelajaran sejarah tentang bangsa untuk anak – anak yang dapat menciptakan rasa cinta nasionalisme sejak dini.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, dapat memberikan suasana yang nyaman untuk masyarakat khususnya anak – anak apabila ingin membaca atau juga sekadar jogging sambil menikmati suasana pedesaan yang asri.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, nantinya lapangan tersebut dapat dijadikan sebagai tempat Pertandingan Sepakbola Antar-Kampung yang akan meningkatkan solidaritas masyarakat antar-Kampung.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, nantinya lapangan tersebut juga dapat dijadikan sebagai tempat pagelaran acara sehingga dapat meningkatkan kreativitas masyarakat sekitar.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, akan tersedianya tempat khusus untuk para pedagang sehingga akan lebih terlihat rapi dan juga tertib.

Kamis, 17 November 2016

Pengaruh Proyek Pembangunan ICE BSD City Terhadap Keadaan Masyarakat Sekitar

Pengaruh proyek pembangunan Indonesia convention exhibition (ice) terhadap keadaan sosial masyarakat sekitar





Apa itu Indonesia Convention Exhibition (ICE)?

Indonesia Convention Exhibition (ICE) adalah sebuah gedung pertunjukkan serta pertemuan terbesar di Asia Tenggara yang didirikan di Kawasan BSD City, Kota Tangerang, Banten yang dibangun oleh Sinarmas Land dan Kompas Gramedia Group. Indonesia Convention Exhibition (ICE) sengaja dibuat sebagai tempat pertemuan ataupun pertunjukkan kelas internasional di Indonesia sehingga dapat menarik pameran pameran besar berskala internasional agar membuat pameran/pertunjukkan di Indonesia.


Sekilas tentang Indonesia Convention Exhibition (ICE).


 


ICE dibangun hanya satu tahun sejak groundbreaking, Indonesia Convention Exhibition (ICE) adalah sebuah gedung pertunjukan dan pameran terbesar di Asia Tenggara resmi dibuka mulai 30 Juli 2015. 

Sebelum peresmian, ICE terbukti sukses menjadi lokasi pertunjukan artis dunia seperti Michael Buble dan Katty Pery. Dua konser yang dijejali ribuan penonton itu terbukti berlangsung aman dan lancar. Padahal pembangunan ICE masih berjalan 80% saat itu. 

Proyek ICE merupakan patungan Grup Kompas Gramedia dengan Sinar Mas Land dengan nilai investasi Rp 3,8 triliun. Sebagai operator pengelola gedung, ditunjuk Hannover Fairs International, anak perusahaan raksasa Jerman Deutsche Messe AG  yang bergerak di bidang bisnis pameran dan konvensi di dunia. 
   
ICE dibangun di atas lahan seluas 22 ha total luas bangunan 200 ribu meter persegi. ICE memiliki 10 exhibition hall dengan ukuran luas 50 ribu meter persegi. Fasilitas lain adalah convention hall dan 33 ruang pertemuan berkapasitas 10 ribu orang. Ada juga fasilitas in-house food production, F&B outlet, 300 kamar hotel berkelas bintang 3, dan tempat parkir untuk sedikitnya 3000 kendaraan.
  
ICE terletak di BSD City, Tangerang,  yang dikenal sebagai kawasan bernilai tinggi lantaran terintegrasi dengan perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan dan hiburan. Lokasi yang strategis dan ditunjang kemudahan akses menjadi kekuatan utama yang akan mempermudah masyarakat mencapai ICE.


Pengaruh Sosial Pembangunan Indonesia Convention Exhibiton (ICE).




Bicara soal pengaruh social dari proyek pembangunan Indonesia Convention Exhibiton (ICE) pastilah sangat banyak, dari proses pembangunan hingga sekarang setelah bangunan tersebut sudah selesai proses pembuatannya. Mulai dari proses pembangunannya yang melibatkan banyak pihak seperti atasan hingga bawahan. Pastinya memiliki pengaruh social yang sangat besar bagi masyarakat sekitar seperti pedagang, kios makan kelas kaki lima hingga bintang lima yang ramai oleh pembeli entah itu berasal dari para pekerja ataupun pengunjung yang datang.

Selain itu, dengan semakin banyaknya masyarakat sekitar yang ingin berkunjung kesana. Angkutan umum seperti angkot, gojek, grab, serta uber selalu kebanjiran orderan. Seperti pada saat GIIAS tahun 2016 kemarin, uber sampai bekerja sama dengan pihak GIIAS sebagai sarana angkutan untuk mencapai GIIAS dari jalan masuk ICE BSD. Lalu, pada saat ada acara konser pun, banyak para pedagang merchandise yang berhubungan dengan konser yang ikut berjualan di halaman/lahan parkir ICE BSD.

Kemudian, ICE BSD juga sering dijadikan sebagai tempat berkumpulnya Grup Motor Gede (dengan cc tinggi) dan itu juga dapat menguntungkan para penjual di sekitar ICE BSD. Selain itu, yang paling penting adalah sampai sekarang tidak pernah terjadi hal yang tidak diinginkan di wilayah sekitaran ICE BSD, masyarakat sekitar dengan pihak ICE BSD dapat berhubungan dengan baik, justru menjadi lebih tertib dan tertata.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Latihan Microsoft Access


  1. Membuat Tab Baru
  • Buka Microsoft Access versi berapa saja yang telah dimiliki. kemudian klik "Blank desktop database".
  • Beri nama database yang diinginkan, kemudian klik "Create".
  • Klik tab File, kemudian pilih "Options" sehingga akan tampil dialog access options.
  • Klik pilihan "Customize Ribbon" pada bagian sebelah kiri hingga access menampilkan dialog customize the ribbon.
  • Kemudian untuk menambahkan tab baru, klik "New Tab" sehingga pada customize the ribbon akan bertambah tab baru dengan nama otomatis.
  • Klik New Tab (custom), lalu klik "Rename" untuk mengganti nama tab. 
  • Pada bagian display name, tulis nama tab baru kemudian klik "Ok".
  • Setelah itu, untuk membuat grup klik "New Group". Kemudian ulangi langkah diatas apabila ingin mengganti nama tab untuk group.  

  • Selanjutnya, untuk mengisi masing masing group dengan tombol perintah yang ada di sebelah kiri, Kita dapat melakukannya dengan men-Drag (geser) dari bagian Command From ke tab yang ingin kita tambahkan command tersebut. 
  • Kita juga dapat melakukannya dengan cara klik "Add" setelah kita memilih command yang kita inginkan untuk tab yang kita miliki. Dan untuk menghapusnya, kita dapat klik "Remove".
  • Ulangi langkah diatas sampai anda merasa cukup & puas.  ^_^ 
  • Setelah semuanya selesai, klik "Ok". Lalu, akan muncul sheet seperti gambar dibawah ini.


Terima Kasih

Selasa, 11 Oktober 2016

Masalah Sosial di Indonesia

SARA

SARA adalah kependekan dari suku, agama, dan ras (golongan). SARA sendiri adalah pandangan dan tindakan yang didasarkan atas rasa sentimen atau tidak suka terhadap suatu suku, agama, keturunan, ataupun ras. Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi yang di dasari dengan identitas diri ataupun golongan seseorang/kelompok disebut SARA. SARA sendiri memiliki beberapa kategori sebagai berikut.

  • Individual        : merupakan tindakan Sara yang dilakukan oleh individu maupun       kelompok. Termasuk di dalam katagori ini adalah tindakan maupun pernyataan yang bersifat menyerang, mengintimidasi, melecehkan dan menghina identitas diri maupun golongan.
  • Institusional     : merupakan tindakan Sara yang dilakukan oleh suatu institusi, termasuk negara, baik secara langsung maupun tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja telah membuat peraturan diskriminatif dalam struktur organisasi maupun kebijakannya.
  • Kultural            : merupakan penyebaran mitos, tradisi dan ide-ide diskriminatif melalui struktur budaya masyarakat.


Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah Negara yang sangat luas dan memiliki beragam budaya, agama, suku, dan ras (golongan). Oleh sebab itulah, di Indonesia sering sekali terjadi kasus SARA, seperti perkelahian antara suku Madura dan suku Dayak di Kalimantan Barat, perkelahian antara suku Makasar dan penduduk asli Timor yang kemudian berkembang menjadi pergesekan antaragama Katolik dan Islam, setelah itu baru baru ini tersebar video Ahok yang melecehkan Al-Qur’an, dan masih banyak lagi masalah SARA yang terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kurangnya rasa kebersamaan dan toleransi antara setiap warga Negara di Indonesia, dan karena tidak bisanya menjaga emosi ketika setiap individu/kelompok itu sendiri merasa tidak aman, dihina atau dilecehkan karena masalah SARA ini.

        Menurut saya, SARA merupakan masalah sosial yang harus segera kita benahi di Negara kita ini. Karena seperti yang kita ketahui, dengan adanya SARA dan perselisihan perselisihan itu dapat menyebabkan melambatnya pembangunan di Negara kita. Dengan meningkatkan rasa toleransi satu sama lain antar warga Negara, saling menghargai, tidak melecehkan atau menjatuhkan suku, agama, ataupun ras lain, bersikap sabar dan dewasa apabila kita merasa dihina dan didiskriminasi oleh kelompok/orang lain, dan kita sebagai mahasiswa mungkin dapat melakukan penyuluhan atau seminar tentang SARA agar masyarakat sekitar pun sadar dan mengetahui bagaimana cara mencegah hal itu agar tidak terjadi.


Tapi, bagaimanapun SARA adalah bagian yang sudah melekat di Negara kita karena seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah Negara yang cukup luas dan memiliki beragam kebudayaan, agama, suku, dan ras (golongan). Kita sebagai Mahasiswa hanya dapat meminimalisir kasus ini agar tidak terjadi dan mungkin dalam waktu yang cukup lama masalah SARA ini sudah tidak akan terjadi lagi di Negara tercinta kita ini. Aamiin..