Softskill, Nurmuzakki (15316596)
Selasa, 16 Juli 2019
Rabu, 23 Januari 2019
Selasa, 06 November 2018
Sabtu, 14 April 2018
Teori Antrian
Antri
merupakan arti sederhana dari menunggu. Antri merupakan kegiatan yang paling tidak menyenangkan bagi
hampir setiap orang di dunia ini. Konsep antri bukan hanya terjadi pada orang, namun
juga pada barang (misal dalam hal proses produksi). Antrian berarti menunggu
giliran untuk mendapatkan pelayanan dari suatu fasilitas yang terjadi karena
kemampuan pelayanan yang tidak mampu mengimbangi kebutuhan pelayanan. Demi mempertahankan pelanggan, sebuah perusahaan terutama yang bergerak pada
bidang pelayanan, selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik,
misalnya dengan memberikan pelayanan yang cepat sehingga pelanggan tidak akan
mengantri terlalu lama. Namun, pemberian layanan yang cepat berdampak pada
bertambahnya biaya operasional dikarenakan bertambahnya fasilitas layanan.
Konsep
teori antrian pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh A.K. Erlang, seorang
insinyur Denmark yang bekerja pada perusahaan telepon di Kopenhagen pada tahun
1910. Berawal dari para operator yang kewalahan pada waktu-waktu yang sibuk
sehingga membuat para penelpon harus menunggu giliran dengan waktu yang cukup
lama untuk mendapatkan pelayanan. Tujuan dari penggunaan teori antrian adalah
merancang fasilitas pelayanan, untuk mengatasi permintaan pelayanan yang
berfluktuasi secara random dan menjaga keseimbangan antara biaya pelayanan dan
biaya yang diperlukan selama antri.
Komponen Sistem Antrian
Ada
tiga komponen dalam sistem antrian, yaitu:
1. Kedatangan
Komponen
ini sering disebut juga dengan proses input. Proses input meliputi calling
population atau sumber kedatangan, dan terjadinya merupakan suatu variabel yang
bersifat acak.
2. Pelayan
Mekanisme
pelayanan atau pelayan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan maupun
fasilitas pelayanan yang diberikan. Biasanya, fasilitas pelayanan tersebut
disebut juga dengan saluran atau channel.
3. Antri
Faktor
penting dari timbulnya antrian adalah sifat kedatangan dan proses layanan. Jika
tidak ada antrian yang timbul, maka dapat dipastikan bahwa terdapat pelayanan
yang menganggur atau fasilitas pelayanan yang berlebih.
Disiplin Antri
Faktor
penentu lain timbulnya antrian selain sifat kedatangan dan proses layanan
adalah disiplin antri. Disiplin antri berarti suatu keputusan yang menjelaskan
cara melayani pengantri. Menurut Siagian, ada 5 jenis disiplin pelayanan yang paling
sering digunakan, yaitu:
- First in First Out (FIFO) atau First Come Fisrt Served (FCFS), yang artinya pelanggan yang lebih dulu datang akan lebih dulu mendapatkan pelayanan.
- Last In First Out (LIFO) atau Last Come First Served (LCFS), artinya pelanggan yang datang terakhir bisa mendapatkan pelayanan terlebih dahulu, atau yang lebih dahulu keluar adalah yang terakhir datang.
- Service In Random Order (SIRO), artinya pelayanan diberikan tidak berdasarkan urutan kedatangan, melainkan dilakukan secara random.
- Priority Service (PS), artinya mereka yang mempunyai prioritas lebih tinggi yang akan terlebih dahulu diberikan pelayanan, dan mereka yang memiliki prioritas rendah akan mendapatkan pelayanan berikutnya, meskipun datang lebih awal.
Manfaat Antrian
Secara umum, antri memiliki manfaat bagi konsumen maupun bagi pemberi layanan. Manfaat tersebut diantaranya:
- Antrian membuat konsumen tidak perlu berbaris menunggu untuk dilayani, dan memberikan kepuasan serta kenyamanan kepada konsumen.
- Antrian secara langsung bermanfaat untuk meningkatkan bonafilitas perusahaan sekaligus menunjukkan keseriusan juga profesionalitas dalam menangani konsumen.
- Antrian dapat menjadikan kinerja karyawan lebih efisien di bidangnya masing-masing.
Pada intinya, konsep antrian yang dibuat bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi pelayanan terhadap permintaan layanan yang fluktuatif dengan tetap menjaga keseimbangan biaya pelayanan dan biaya yang diperlukan selama proses antrian berlangsung.
Struktur Antrian
Dalam
seluruh sistem antrian, terdapat 4 model struktur dasar antrian. Keempat model
tersebut antara lain sebagai berikut.
- Single Channel – Single Phase. Single Channel berarti satu saluran atau satu jalur, dan Single Phase berarti satu pelayanan. Maksudnya adalah hanya ada satu jalur yang memasuki sistem pelayanan atau hanya ada satu fasilitas pelayanan yang diberikan.
![]() |
| Sumber: https://sites.google.com/site/operasiproduksi/teori-antrian |
- Single Channel – Multi Phase. Sama seperti poin nomor satu, bedanya hanya jumlah pelayanan yang diberikan. Multi Phase berarti ada dua atau lebih pelayanan yang dilakukan secara berurutan.
![]() |
| Sumber: https://sites.google.com/site/operasiproduksi/teori-antrian |
- Multi Channel – Single Phase. Sistem ini terjadi dimana saja dan kapan saja dimana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan yang dialiri oleh aliran tunggal.
![]() |
| Sumber: https://sites.google.com/site/operasiproduksi/teori-antrian |
- Multi Channel – Multi Phase. Sistem ini berarti ada beberapa fasilitas pelayanan dalam banyak jalur atau melalui beberapa tahapan. Setiap sistem-sistem ini memiliki beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapannya.
![]() |
| Sumber: https://sites.google.com/site/operasiproduksi/teori-antrian |
Studi Kasus
1. Single Channel – Single Phase.
Nama tempat: Nasi Uduk Bubur Ayam
Alamat: Jl. Margonda Raya, Sebelah Warunk Upnormal
Waktu foto: 7 April 2018, 08.00 WIB
Kedua gambar di atas menunjukan struktur teori antrian single channel - single phase. Di mana dari gambar tersebut terdapat satu orang pedagang nasi uduk dan bubur ayam yang berperan sebagai channel pelayanan dan pembeli yang sedang mengantri fase pembelian.
2. Single Channel – Multi Phase.
Nama tempat: Wijaya Motor, Professional Car Care
Alamat: Jl. Margonda Raya No. 475, Pd. Cina, Beji, Depok, Jawa Barat 16424
Waktu foto: 14 April 2018, 09.10 WIB
Ketiga gambar di atas menunjukkan struktur teori antrian single channel - multi phase. Di mana pada gambar di atas hanya terdapat satu jalur antrian untuk beberapa fase seperti menyemprot mobil dengan busa, memasuki mesin cuci mobil robot, dan pengeringan sekaligus pembersihan interior mobil.
3. Multi Channel – Single Phase.
Nama tempat: Alfamart Kapuk
Alamat: Jl. Margonda Raya No. 408, Pd. Cina, Beji, Depok, Jawa Barat 16424
Waktu foto: 7 April 2018, 08.30 WIB
Gambar di atas menunjukkan struktur teori antrian multi channel - single phase. Di mana terdapat dua buah ATM dengan fungsi layanan yang berbeda. Hal tersebut menandakan channel antrian yang lebih dari satu channel. ATM sebelah kiri untuk setor tarik dan ATM sebelah kanan hanya untuk tarikan tunai.
4. Multi Channel – Multi Phase.
Nama tempat: Stasiun Tangerang
Alamat: Jl. Kiasnawi, Sukarasa, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111
Waktu foto: 14 April 2018, 12.05 WIB
Kedua gambar di atas menunjukkan struktur teori antrian multi channel - multi phase. Di mana pada kedua gambar tersebut terdapat dua buah fase antrian dengan channel yang lebih dari satu pada setiap fase antrian tersebut. Fase pertama adalah antrian membeli kartu commuter line dengan 2 channel. Fase kedua adalah antrian memasuki area stasiun yang terdiri dari 2 channel.
Jumat, 23 Maret 2018
Kemacetan Jalan Raya Serang (Pasar Cikupa)
![]() |
| Sumber: Google Maps, 2018 |
Selamat datang, pembaca! Dalam entri kali ini saya akan membahas bagaimana cara mengatasi kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Serang khususnya daerah Pasar Cikupa yang mana merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kota Serang. Jalan Provinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi. Pada gambar di atas terlihat banyak sekali tempat/toko yang berada pada sepanjang jalan yang membuat jalur tersebut selalu ramai sehingga sering terjadi kemacetan. Oleh karena itu, dalam entri kali ini saya akan membahas penyebab kemacetan dan bagaimana solusinya untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Serang (Pasar Cikupa).
- Inti permasalahan
1. Jumlah kendaraan yang tinggi.
- Jumlah kendaraan yang tinggi merupakan penyebab utama dari suatu kemacetan. Dilihat pada sumber gambar di atas, banyak sekali kendaraan roda empat dan roda dua yang melewati jalan tersebut. Mulai dari kendaraan pribadi seperti mobil dan motor pribadi, serta kendaraan umum layaknya angkutan umum dan ojek motor, bahkan truk container juga ada yang melewati jalan tersebut.
- Belum tertatanya ruang manfaat jalan dengan baik juga dapat menjadi penyebab kemacetan. Kemacetan juga ditimbulkan oleh kondisi bahu jalan yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Terlihat dari sumber gambar diatas banyak mobil yang parkir sembarangan dan gerobak dagang makanan menjadi penyebab terjadinya kemacetan karena dapat menghambat arus lalu lintas. Dimana seharusnya ruang manfaat jalan dapat dibuat trotoar untuk pejalan kaki, galian gorong-gorong untuk saluran tepi jalan dan masih banyak bangunan pelengkap lainnya.
- Lokasi jalan yang dekat dengan pasar cikupa serta banyaknya toko-toko di sepanjang bahu jalan menjadi penyebab kemacetan karena banyaknya aktivitas manusia di sekitar jalan tersebut. Selain itu, dengan tidak adanya tempat penyebrangan khusus membuat banyak orang di sekitar pasar yang menyebrangi jalan dengan seenaknya. Hal tersebut juga dapat menjadi penghambat arus lalu lintas jalan tersebut.
- Desain persimpangan jalan yang kurang baik seperti pada persimpangan Jalan Raya Otonom Cikupa dengan Jalan Raya Serang, menjadi penyebab utama kemacetan dari arah cikupa menuju Jalan Raya Serang begitupun sebaliknya. Dilihat dari sumber gambar di atas, terlihat bahwa kondisi Jalan Raya Otonom Cikupa yang begitu sempit, belum lagi terganggu karena banyaknya kendaraan seperti motor yang parkir sembarangan pada bahu jalan tersebut.
- Solusi permasalahan
1. Pembuatan trotoar di bahu jalan.
![]() |
| Before |
![]() |
| After |
2. Pembuatan zebra cross sebagai tempat penyebrangan khusus.
![]() |
| Before |
![]() |
| After |
Pembuatan tempat penyebrangan khusus untuk pejalan kaki atau biasa disebut zebra cross mungkin dapat dibuat untuk mencegah pejalan kaki yang menyebrang secara sembarangan yang dapat menghambat arus lalu lintas. Dengan adanya zebra cross, diharapkan kondisi Jalan Raya Serang dapat lebih tertib lagi dan intensitas kemacetan yang disebabkan oleh pejalan kaki dapat berkurang.
4. Dilakukannya penertiban pada toko-toko yang menggunakan bahu jalan.
5. Dilakukannya penertiban pada setiap toko harus memiliki lahan parkir sendiri.
6. Adanya polisi lalu lintas pada saat jam-jam sibuk untuk mengontrol keadaan lalu lintas.
Menurut saya, dengan adanya perlakuan diatas kemacetan di Jalan Raya Serang khususnya daerah Pasar Cikupa dapat berkurang dan berangsur hilang. Namun, apabila ditahun yang akan datang kembali terjadi kemacetan yang parah karena semakin banyaknya kendaraan yang melewati jalan tersebut. Saya rasa perlu dilakukan pelebaran jalan agar dapat menampung jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya. Selain itu, perlu juga pembuatan jembatan penyebrangan orang sebagai akses bagi pejalan kaki yang semakin bertambah setiap tahunnya. Dengan adanya JPO, selain dapat mengurangi hambatan arus lalu lintas, juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan antara pejalan kaki dengan kendaraan yang melewati jalan tersebut.
- Ilustrasi jalan setelah rekayasa lalu lintas
Jumat, 27 Oktober 2017
Jumat, 20 Oktober 2017
Langganan:
Postingan (Atom)




















