Pengaruh proyek
pembangunan Indonesia convention exhibition (ice) terhadap keadaan sosial masyarakat
sekitar
Apa itu Indonesia Convention
Exhibition (ICE)?
Indonesia Convention Exhibition (ICE) adalah sebuah
gedung pertunjukkan serta pertemuan terbesar di Asia Tenggara yang didirikan di
Kawasan BSD City, Kota Tangerang, Banten yang dibangun oleh Sinarmas Land dan
Kompas Gramedia Group. Indonesia Convention Exhibition (ICE) sengaja dibuat
sebagai tempat pertemuan ataupun pertunjukkan kelas internasional di Indonesia
sehingga dapat menarik pameran pameran besar berskala internasional agar
membuat pameran/pertunjukkan di Indonesia.
Sekilas tentang Indonesia
Convention Exhibition (ICE).
ICE dibangun hanya satu tahun sejak groundbreaking,
Indonesia Convention Exhibition (ICE) adalah sebuah gedung pertunjukan dan
pameran terbesar di Asia Tenggara resmi dibuka mulai 30 Juli 2015.
Sebelum peresmian, ICE terbukti sukses menjadi lokasi pertunjukan artis dunia seperti Michael Buble dan Katty Pery. Dua konser yang dijejali ribuan penonton itu terbukti berlangsung aman dan lancar. Padahal pembangunan ICE masih berjalan 80% saat itu.
Proyek ICE merupakan patungan Grup Kompas Gramedia dengan Sinar Mas Land dengan nilai investasi Rp 3,8 triliun. Sebagai operator pengelola gedung, ditunjuk Hannover Fairs International, anak perusahaan raksasa Jerman Deutsche Messe AG yang bergerak di bidang bisnis pameran dan konvensi di dunia.
ICE dibangun di atas lahan seluas 22 ha total luas bangunan 200 ribu meter persegi. ICE memiliki 10 exhibition hall dengan ukuran luas 50 ribu meter persegi. Fasilitas lain adalah convention hall dan 33 ruang pertemuan berkapasitas 10 ribu orang. Ada juga fasilitas in-house food production, F&B outlet, 300 kamar hotel berkelas bintang 3, dan tempat parkir untuk sedikitnya 3000 kendaraan.
Sebelum peresmian, ICE terbukti sukses menjadi lokasi pertunjukan artis dunia seperti Michael Buble dan Katty Pery. Dua konser yang dijejali ribuan penonton itu terbukti berlangsung aman dan lancar. Padahal pembangunan ICE masih berjalan 80% saat itu.
Proyek ICE merupakan patungan Grup Kompas Gramedia dengan Sinar Mas Land dengan nilai investasi Rp 3,8 triliun. Sebagai operator pengelola gedung, ditunjuk Hannover Fairs International, anak perusahaan raksasa Jerman Deutsche Messe AG yang bergerak di bidang bisnis pameran dan konvensi di dunia.
ICE dibangun di atas lahan seluas 22 ha total luas bangunan 200 ribu meter persegi. ICE memiliki 10 exhibition hall dengan ukuran luas 50 ribu meter persegi. Fasilitas lain adalah convention hall dan 33 ruang pertemuan berkapasitas 10 ribu orang. Ada juga fasilitas in-house food production, F&B outlet, 300 kamar hotel berkelas bintang 3, dan tempat parkir untuk sedikitnya 3000 kendaraan.
ICE terletak di BSD City, Tangerang, yang dikenal sebagai kawasan bernilai tinggi lantaran terintegrasi dengan perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan dan hiburan. Lokasi yang strategis dan ditunjang kemudahan akses menjadi kekuatan utama yang akan mempermudah masyarakat mencapai ICE.
Pengaruh
Sosial Pembangunan Indonesia Convention Exhibiton (ICE).
Bicara soal pengaruh social dari proyek pembangunan Indonesia
Convention Exhibiton (ICE) pastilah sangat banyak, dari proses pembangunan
hingga sekarang setelah bangunan tersebut sudah selesai proses pembuatannya. Mulai
dari proses pembangunannya yang melibatkan banyak pihak seperti atasan hingga
bawahan. Pastinya memiliki pengaruh social yang sangat besar bagi masyarakat
sekitar seperti pedagang, kios makan kelas kaki lima hingga bintang lima yang
ramai oleh pembeli entah itu berasal dari para pekerja ataupun pengunjung yang datang.
Selain itu, dengan semakin banyaknya masyarakat sekitar yang ingin berkunjung kesana. Angkutan umum seperti angkot, gojek, grab, serta uber selalu kebanjiran orderan. Seperti pada saat GIIAS tahun 2016 kemarin, uber sampai bekerja sama dengan pihak GIIAS sebagai sarana angkutan untuk mencapai GIIAS dari jalan masuk ICE BSD. Lalu, pada saat ada acara konser pun, banyak para pedagang merchandise yang berhubungan dengan konser yang ikut berjualan di halaman/lahan parkir ICE BSD.
Kemudian, ICE BSD juga sering dijadikan sebagai tempat berkumpulnya Grup Motor Gede (dengan cc tinggi) dan itu juga dapat menguntungkan para penjual di sekitar ICE BSD. Selain itu, yang paling penting adalah sampai sekarang tidak pernah terjadi hal yang tidak diinginkan di wilayah sekitaran ICE BSD, masyarakat sekitar dengan pihak ICE BSD dapat berhubungan dengan baik, justru menjadi lebih tertib dan tertata.



