Jumat, 23 Maret 2018

Kemacetan Jalan Raya Serang (Pasar Cikupa)

Sumber: Google Maps, 2018
Selamat datang, pembaca! Dalam entri kali ini saya akan membahas bagaimana cara mengatasi kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Serang khususnya daerah Pasar Cikupa yang mana merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kota Serang. Jalan Provinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi. Pada gambar di atas terlihat banyak sekali tempat/toko yang berada pada sepanjang jalan yang membuat jalur tersebut selalu ramai sehingga sering terjadi kemacetan. Oleh karena itu, dalam entri kali ini saya akan membahas penyebab kemacetan dan bagaimana solusinya untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Serang (Pasar Cikupa).

  • Inti permasalahan
Dilihat dari sumber gambar diatas, terlihat bahwa arus lalu lintas jalan mengalami kemacetan karena banyaknya jumlah kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Kemacetan di jalan tersebut mengalami puncaknya pada jam sibuk seperti pagi hari (berangkat kerja) dan malam hari (pulang kerja). Jalan tersebut juga belum berfungsi layaknya jalan secara umum, dimana tidak tertatanya ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan dengan baik. Adapun penyebab-penyebab lain terjadinya kemacetan di jalan tersebut adalah sebagai berikut.

      1. Jumlah kendaraan yang tinggi.
    Jumlah kendaraan yang tinggi merupakan penyebab utama dari suatu kemacetan. Dilihat pada sumber gambar di atas, banyak sekali kendaraan roda empat dan roda dua yang melewati jalan tersebut. Mulai dari kendaraan pribadi seperti mobil dan motor pribadi, serta kendaraan umum layaknya angkutan umum dan ojek motor, bahkan truk container juga ada yang melewati jalan tersebut.
      2. Belum tertatanya ruang manfaat jalan dengan baik.


    Belum tertatanya ruang manfaat jalan dengan baik juga dapat menjadi penyebab kemacetan. Kemacetan juga ditimbulkan oleh kondisi bahu jalan yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Terlihat dari sumber gambar diatas banyak mobil yang parkir sembarangan dan gerobak dagang makanan menjadi penyebab terjadinya kemacetan karena dapat menghambat arus lalu lintas. Dimana seharusnya ruang manfaat jalan dapat dibuat trotoar untuk pejalan kaki, galian gorong-gorong untuk saluran tepi jalan dan masih banyak bangunan pelengkap lainnya.
      3. Banyaknya aktivitas manusia dan tidak adanya tempat penyebrangan jalan khusus.

    Lokasi jalan yang dekat dengan pasar cikupa serta banyaknya toko-toko di sepanjang bahu jalan menjadi penyebab kemacetan karena banyaknya aktivitas manusia di sekitar jalan tersebut. Selain itu, dengan tidak adanya tempat penyebrangan khusus membuat banyak orang di sekitar pasar yang menyebrangi jalan dengan seenaknya. Hal tersebut juga dapat menjadi penghambat arus lalu lintas jalan tersebut.
      5. Desain persimpangan jalan yang kurang baik.


    Desain persimpangan jalan yang kurang baik seperti pada persimpangan Jalan Raya Otonom Cikupa dengan Jalan Raya Serang, menjadi penyebab utama kemacetan dari arah cikupa menuju Jalan Raya Serang begitupun sebaliknya. Dilihat dari sumber gambar di atas, terlihat bahwa kondisi Jalan Raya Otonom Cikupa yang begitu sempit, belum lagi terganggu karena banyaknya kendaraan seperti motor yang parkir sembarangan pada bahu jalan tersebut.
      6. Pengguna jalan tidak disiplin.
  • Solusi permasalahan
Adapun beberapa solusi yang mungkin dapat digunakan untuk mengurangi kemacetan pada Jalan Raya Serang adalah sebagai berikut.

      1. Pembuatan trotoar di bahu jalan.

Before
After
Pembuatan trotoar di bahu jalan mungkin dapat mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh parkir liar dan pedagang yang membuat lapak di bahu jalan. Para pejalan kaki berada pada posisi yang lemah apabila bercampur dengan kendaraan, maka pejalan kaki tersebut akan memperlambat arus lalu lintas. Dilihat dari sisi persyaratan, Jalan Raya Serang khususnya daerah pasar cikupa sudah memenuhi persyaratan bahkan wajib untuk dibangun trotoar dengan lebar 2 meter demi mengurangi kemacetan yang diakibatkan oleh pejalan kaki.

       2. Pembuatan zebra cross sebagai tempat penyebrangan khusus.

Before
After
Pembuatan tempat penyebrangan khusus untuk pejalan kaki atau biasa disebut zebra cross mungkin dapat dibuat untuk mencegah pejalan kaki yang menyebrang secara sembarangan yang dapat menghambat arus lalu lintas. Dengan adanya zebra cross, diharapkan kondisi Jalan Raya Serang dapat lebih tertib lagi dan intensitas kemacetan yang disebabkan oleh pejalan kaki dapat berkurang.

      3. Sosialisasi kepada pengguna jalan agar dapat tertib dan taat aturan.
      4. Dilakukannya penertiban pada toko-toko yang menggunakan bahu jalan.
      5. Dilakukannya penertiban pada setiap toko harus memiliki lahan parkir sendiri.
      6. Adanya polisi lalu lintas pada saat jam-jam sibuk untuk mengontrol keadaan lalu lintas.

Menurut saya, dengan adanya perlakuan diatas kemacetan di Jalan Raya Serang khususnya daerah Pasar Cikupa dapat berkurang dan berangsur hilang. Namun, apabila ditahun yang akan datang kembali terjadi kemacetan yang parah karena semakin banyaknya kendaraan yang melewati jalan tersebut. Saya rasa perlu dilakukan pelebaran jalan agar dapat menampung jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya. Selain itu, perlu juga pembuatan jembatan penyebrangan orang sebagai akses bagi pejalan kaki yang semakin bertambah setiap tahunnya. Dengan adanya JPO, selain dapat mengurangi hambatan arus lalu lintas, juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan antara pejalan kaki dengan kendaraan yang melewati jalan tersebut.
  • Ilustrasi jalan setelah rekayasa lalu lintas



Tidak ada komentar:

Posting Komentar