Minggu, 08 Januari 2017

Ide Kreatif untuk Daerahku

Alun alun Masyarakat

      Alun-alun (dulu ditulis aloen-aloen atau aloon-aloon) merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat yang beragam. Menurut Van Romondt (Haryoto, 1986:386), pada dasarnya alun-alun itu merupakan halaman depan rumah penguasa, namun dalam ukuran yang lebih besar. Penguasa bisa berarti raja, bupati, wedana dan camat bahkan kepala desa yang memiliki halaman paling luas di depan Istana atau pendopo tempat kediamannya, yang dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sehari-hari dalam ikwal pemerintahan militer, perdagangan, kerajinan dan pendidikan. Lebih jauh dari itu, Thomas Nix (1949:105-114) menjelaskan bahwa alun-alun merupakan lahan terbuka dan terbentuk dengan membuat jarak antara bangunan-bangunan gedung. Jadi dalam hal ini, bangunan gedung merupakan titik awal dan merupakan hal yang utama bagi terbentuknya alun-alun. Tetapi kalau adanya lahan terbuka yang dibiarkan tersisa dan berupa alun-alun, hal demikian bukan merupakan alun-alun yang sebenarnya. Jadi alun-alun bisa di desa, kecamatan, kota maupun pusat kabupaten.

       Pada awalnya Alun-alun merupakan tempat berlatih perang (gladi yudha) bagi prajurit kerajaan, tempat penyelenggaraan sayembara dan penyampaian titah (sabda) raja kepada kawula (rakyat), pusat perdagangan rakyat, juga hiburan seperti Rampokan macan yaitu acara yang menarik dan paling mendebarkan yaitu dilepaskannya seekor harimau yang dikelilingi oleh prajurit bersenjata.

      Namun, seiring dengan perkembangan zaman. Alun-alun sekarang ini biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat sekitar untuk berolahraga, bermain, sekaligus rekreasi bersama orang - orang yang mereka cintai. Hampir seluruh kota di Indonesia sudah memiliki alun - alun kotanya masing – masing. Alun-alun suatu Kota/Kab biasanya ramai pada hari libur seperti sabtu dan minggu karena banyak orang/keluarga yang datang untuk melepas penatnya setelah hampir seminggu mereka menjalani runitisasnya. Berikut adalah contoh alun-alun yang ada di Indonesia.

   1. Alun-alun Kota Bandung




   2. Alun-alun Kota Jogjakarta




   3. Alun-alun Kota Tangerang




      Sebelum menjelaskan tentang konsep pembuatan “Alun - Alun Masyarakat” di daerah saya. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang daerah saya. Saya berasal dari Tangerang, tepatnya Desa/Kampung Batununggul, Kel. Suatani, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang. Keadaan masyarakat disana sudah cukup banyak seiring dengan banyaknya pendatang dari luar Kota Tangerang. Akan tetapi, menurut saya kondisi infrastruktur disana masih sangat jauh bila dibandingkan dengan kondisi perkotaan namun, masih banyak sekali lahan yang belum digunakan untuk infrastruktur. Hanya jalan saja yang sudah lumayan bagus. Tetapi menurut saya, jarak dari sana menuju Kota Tangerang tidaklah dekat, membutuhkan waktu kurang lebih 2 Jam untuk mencapai Kota Tangerang. Sehingga, masyarakat di sekitar sana membutuhkan waktu yang cukup lama apabila ingin melepas penat setelah kurang lebih seminggu menjalani rutinitasnya. Oleh sebab itu, saya memiliki sebuah konsep/ide untuk membangun sebuah Alun-alun yang dikhususkan untuk masyarakat sekitar daerah saya.

      Konsep “Alun - Alun Masyarakat” yang nantinya akan dibuat di daerah saya intinya adalah untuk melepas penat masyarakat sekitar setelah kurang lebih seminggu menjalani rutinitasnya. Nantinya, disana akan dibuat lapangan yang cukup besar yang bisa digunakan untuk berolahraga, pertandingan sepak bola, Upacara  17 Agustus-an, dll. Selain itu, disana juga akan dibuat tribun untuk penonton sebagai tempat untuk duduk apabila sedang berlangsungnya suatu acara/pertandingan sepak bola. Lalu, lahan sisa yang tidak terpakai nantinya dapat dibuat sebagai tempat pembelajaran sejarah kebangsaan, taman membaca, sekaligus jogging track dengan suasana pedesaan yang asri dan menyejukkan. Tidak lupa pula, disana nantinya akan dibuat food court atau tempat yang dikhususkan untuk para pedagang dan juga masyarakat yang ingin sarapan sekaligus beristirahat setelah lelah berolahraga.

Alasan mengapa “Alun – Alun Masyarakat” di daerah saya harus dibuat yaitu:
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, masyarakat nantinya akan semakin mudah apabila ingin melakukan olahraga pada hari libur bersama keluarga/rekan.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, akan tersedianya tempat pembelajaran sejarah tentang bangsa untuk anak – anak yang dapat menciptakan rasa cinta nasionalisme sejak dini.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, dapat memberikan suasana yang nyaman untuk masyarakat khususnya anak – anak apabila ingin membaca atau juga sekadar jogging sambil menikmati suasana pedesaan yang asri.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, nantinya lapangan tersebut dapat dijadikan sebagai tempat Pertandingan Sepakbola Antar-Kampung yang akan meningkatkan solidaritas masyarakat antar-Kampung.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, nantinya lapangan tersebut juga dapat dijadikan sebagai tempat pagelaran acara sehingga dapat meningkatkan kreativitas masyarakat sekitar.
  • Dengan dibuatnya “Alun – Alun Masyarakat”, akan tersedianya tempat khusus untuk para pedagang sehingga akan lebih terlihat rapi dan juga tertib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar